Lecture Performance / TERAP #3
Setelah Site Specific
Joned Suryatmoko

Tentang karya
Berpuluh tahun sudah kita bergelut dengan gagasan dan praktik teater berbasis ruang atau site-specific. Setelahnya, kita perlu mengevaluasi dan mengkritisi pengalaman kita dan juga pengertian teater site-specific itu sendiri. Apakah yang site-specific akan selalu public? Bagaimana yang site-specific ini sebenarnya menghambat atau meperlancar pengalaman kolektif/ personal kita pada ruang dan waktu? Kuliah ini tidak hanya mempertanyakan karya teater site-specific, namun juga mencari kemungkinan pemaknaan baru setelahnya. Beberapa karya berbagai seniman dan konteks Indonesia akan diajukan sebagai bagian dari bahasan dan pantikan.
Tentang seniman
Joned Suryatmoko adalah pembuat teater, penulis dan akademisi yang tertarik dengan batas teater dan performance art, batas antara yang fiksi dan yang otobiografis. Lewat kajian hidup sehari-hari (everyday life studies) kerja seninya mengeksplorasi ruang dan akting terkait kemungkinan memunculkan politik dan afeksi yang baru. Sejak awal 2000an karyanya bersama Teater Gardanalla banyak difasilitasi Yayasan Kelola sebagai penerima Hibah Seni Kategori Karya Inovasi beberapa kali. Karya itu di antaranya adalah Margi Wuta (2013) yang juga dipentaskan di Art Summit Indonesia 8.0 (2016) serta Bertiga (2009) dan Bertiga tapi Berempat (2025) di Salihara Art Center. Ia mendapatkan gelar doktor dari Theatre and Performance Ph.D. Program the Graduate Center City University of New York (CUNY).
