Lewati ke konten
Terap FestivalBANDUNG, 24–27.09.26
← Semua program

Performance / TERAP #3

Kelas Komposisi Braga

Akira Takayama (Port B) ft Braga Boyz & Girlz Crew, Lou Endo, Tipsy Tipis and Rootboii

Tentang karya

Menulis karangan adalah salah satu tugas yang selalu diberikan kepada setiap siswa di sekolah. Karangan yang bagus mendapat penghargaan: dimuat di koran sekolah atau dibacakan di hadapan semua orang. Karangan semacam ini biasanya dipenuhi kalimat-kalimat mengena yang disukai guru, dan selalu dibangun menuju kalimat penutup yang kuat.

Namun, dalam “Braga Composition Class” yang kami buka kali ini, bukan karangan ala murid teladan semacam itu yang kami minta. Kelas ini ditujukan bagi anak muda, terutama remaja Braga. Di sini, justru hal sebaliknya yang didorong: mengambil jarak dari situasi yang mereka alami, lalu merumuskannya kembali melalui kata-kata yang kritis.

Untuk memungkinkan proses tersebut, para rapper profesional diundang sebagai pengajar. Para peserta belajar mengungkapkan diri mereka, lingkungan tempat tinggal, sekolah, dan masyarakat melalui kata-kata, mengucapkannya dengan lantang, serta menyanyikannya. Pada akhirnya, mereka menggelar pertunjukan langsung untuk membawakan karya rap yang telah mereka ciptakan.

Tentang seniman

Akira Takayama adalah sutradara teater dan seniman asal Jepang. Pada 2002, ia mendirikan kolektif teater lintas disiplin Port B di Tokyo. Bersama kolektif ini, ia terus mengembangkan berbagai proyek yang mendapat pengakuan internasional. Praktik artistiknya mencakup pertunjukan berbasis tur, eksperimen sosial, program pendidikan, serta proyek perkotaan yang melakukan intervensi dalam ranah kewargaan dan kehidupan sosial.

Karya-karyanya kerap mengaktifkan ruang perkotaan sebagai arena partisipasi dan refleksi, serta secara rutin ditampilkan di festival-festival besar seperti Festival/Tokyo, Wiener Festwochen, Kunstenfestivaldesarts, dan berbagai pameran seni internasional terkemuka lainnya. Melalui proyek-proyek seperti Compartment City, Tokyo Heterotopia, McDonald’s Radio University, dan What If Berlin, Takayama mengeksplorasi berbagai kemungkinan sosial yang terbuka ketika konsep teater diperluas secara radikal.