Lewati ke konten
Terap FestivalBANDUNG, 24–27.09.26
← Semua program

Lecture Performance / TERAP #3

Pakta Ledak

Irwan Ahmett

Irwan Ahmett

Tentang karya

Pakta Ledak terlahir dari trauma migrasi material dari utara ke selatan, timur ke barat, langit ke bumi sebagai upaya memperlambat kiamat meski kerusakan harus diciptakan di sisi lainnya. Di sinilah kehancuran dan penciptaan berjumpa, semenjak pakta kolonial hingga nubuat masa depan yang terjungkal.

Pakta Ledak menandai siklus gunung api yang tak pernah terlelap, ia terjaga dalam bara, mengintai dalam diam, bersiap meledak tanpa kata maaf. Purba dan brutal. Ia bersandar pada kuasa kerak bumi yang memiliki kehendaknya sendiri. Ditulis lewat pasir dan batu, dituturkan melalui luncuran awan panas yang membawa nama-nama para leluhur yang meluntur.

Pakta Ledak adalah manifesto geopuitik dan ritualistik yang lahir dari gurat luka sejarah, kehancuran ekologis, dan dislokasi spiritual tubuh di hadapan kuasa geologis, pada zaman yang dikepung ekstraksi, militerisasi, dan mesin intelegensi. Apakah ini sebuah pakta antara tubuh, material, makhluk non-manusia, dan kekuatan tua bumi yang terus bergolak?

Pakta Ledak dimuntahkan sang tanpa nama sebagai sumbu yang menolak diam, menghubungkan magma dengan makna, kawah dengan kehendak. Di titik itu: tubuh, tanah leluhur, dan trauma yang diwariskan dalam bau belerang membentuk liturgi baru yang tak bisa lagi diwakili oleh peta, hukum, raja, atau negara. Tatkala pusat dunia meledak, bukan langit yang runtuh tapi kesadaran diaborsi, dikuburkan dalam candi yang kita ciptakan sendiri.

Tentang seniman

Irwan Ahmett adalah seniman berbasis di Jakarta yang bekerja pada persimpangan seni, riset, dan praktik sosial. Relasinya dengan aktivis, ilmuwan, dan komunitas akar rumput membentuk pendekatan artistik yang lintas disiplin dan berlapis.

Saat ini ia mengembangkan proyek jangka panjang yang menelusuri gejolak geopolitik di wilayah Cincin Api, termasuk Ziarah Utara di pesisir Jakarta dan sekitarnya. Melalui praktik ini, Irwan merefleksikan kecemasan planet terkait keberadaan manusia dengan pendekatan evolusioner, serta memproduksi pengetahuan artistik yang berkelindan dengan isu ketidakadilan, kemanusiaan, dan keadaan darurat.