Lewati ke konten
Terap FestivalBANDUNG, 24–27.09.26
← Semua program

Diskusi / TERAP #3

Ruang Publik Tanpa Publik: Seni sebagai Siasat Warga Menghuni Kota

Tentang karya

Ruang publik bukan sekadar tempat orang lewat, bertemu, atau berkumpul. Di dalamnya bekerja berbagai kepentingan yang menentukan bagaimana kota dibentuk, siapa yang dapat menggunakan ruang, dan siapa yang perlahan tersisih. Di tengah perubahan kota yang terus berlangsung, seni dapat menjadi salah satu siasat warga untuk membaca ruang secara kritis, menyatakan keberadaan, membuka percakapan, dan menciptakan kemungkinan lain dalam menghuni kota.

Diskusi “Ruang Publik Tanpa Publik: Seni sebagai Siasat Warga Menghuni Kota” mengajak kita melihat siapa yang memiliki kuasa untuk menentukan bagaimana ruang kota digunakan dan diubah? Bagaimana warga dapat membaca perubahan tersebut dan mengambil peran di dalamnya? Dapatkah seni menjadi cara untuk menginterupsi keteraturan kota dan membuka kemungkinan tindakan warga? Bagaimana pengalaman individual dapat terhubung menjadi kesadaran kolektif? Apakah untuk bergerak bersama kita harus selalu berada di tempat dan waktu yang sama? Bisakah orang bergerak pada waktu, tempat, dan dengan cara yang berbeda, tetapi tetap menjadi bagian dari kerja kolektif? Jika waktu bersama bukan sekadar waktu berkumpul, bagaimana ia dapat dibangun, dibagi, dan digunakan secara kritis? Dan pada akhirnya, bagaimana seni dapat menjadi siasat untuk membangun ruang dan waktu yang memungkinkan warga bukan hanya tinggal di kota, tetapi benar-benar menghuninya?